Secara garis besar budidaya tanaman hidroponik adalah dari jenis sayuran dan buah-buahan, namun tidak semua tanaman sayur dan buah bisa di budidayakan secara hidroponik. 

Berikut ini adalah beberapa tanaman yang saya maksud : 

Jenis Tanaman Hidroponik yang bisa dibudidayakan

1. Sawi Hijau Hidroponik

Siapa yang tidak kenal sawi, merupakan salah satu sayur yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Karena kebutuhan yang meningkat, akhirnya para petani memikirkan cara menanam sawi yang modern.

Salah satunya adalah teknik hidroponik sawi hijau yang cocok dengan iklim di Indonesia.

2. Selada Hijau

Selada hijau mampu beradaptasi pada iklim tropis, namun saat ini produksinya belum bisa banyak sehingga dipilihlah alternatif dengan cara teknik hidroponik selada ini.

3. Buncis

Tanaman buncis banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita, dan hebatnya lagi tanaman ini tidak susah untuk dibudidayakan secara hidroponik.

4. Pare

Tanaman selanjutnya yang akan kita bahas adalah pare. Mirip dengan buncis, pare mengandung banyak vitamin sehingga tanaman ini cocok untuk dibuat budidaya hidroponik.

5. Bayam

Selain sawi yang bisa dibuat hidroponik, tanaman bayam pun bisa dibudidayakan secara hidroponik karena bayam sendiri mengandung banyak vitamin, magnesium, kalsium, folat dan protein

Apa saja keunggulan dari Hidroponik ini ?

Berikut adalah keunggulan hidroponik dari teknik budidaya lainnya :

1. Hemat Biaya

Dikatakan lebih hemat biaya karena pada teknik budidaya hidroponik ini, penggunaan air tidak banyak. Hanya seperlunya saja. Jika pagi jam 5 mulai dilakukan penyiraman, maka jam 5 sore sudah dihentikan. Dan yang lebih utama lagi adalah air yang dipakai tidak terbuang terserap oleh tanah dikarenakan hidroponik menggunakan pipa-pipa yang nanti air ditampung di tandon untuk dilakukan penyiraman lagi.

Hebat bukan ?

2. Tidak perlu tempat luas

Sistem hidroponik yang menggunakan pipa paralon bisa ditumpuk ke atas. Sehingga budidaya yang pada biasanya memerlukan banyak lahan, ini hanya memerlukan lahan lebih kecil daripada biasanya.

3. Ramah lingkungan

Bagaimana tidak dikatakan ramah lingkungan, dengan budidaya hidroponik ini anda tidak memerlukan lagi pestisida kimia. 

4. Tanah tidak rusak

Karena hidroponik dikembangkan dengan menggunakan pipa paralon, otomatis tidak memerlukan media tanah, sehingga kualitas tanah tidak rusak. Tidak seperti cara pertanian konvensional yang menggunakan media tanah dan kebanyakan pasti menggunakan pestisida.

5. Hasil panen aman untuk kesehatan

Hasil atau produk panen dari hidroponik sangat bagus untuk dimakan karena tidak menggunakan pestisida dalam budidaya nya.

6. Pemeliharaan mudah

Melakukan budidaya hidroponik tidaklah susah, melainkan sangat mudah. Anda hanya bermodalkan pipa paralon, nutrisi hidroponik dan bibit tanaman hidroponik anda sudah bisa melakukan sendiri bahkan di pekarangan rumah anda sendiri.

Cara Budidaya Hidroponik di Rumah

Ada bermacam-macam cara menanam hidroponik di rumah. Berikut saya akan membahas satu per satu tekniknya.

Tapi sebelumnya, mengapa saya membahas budidaya hidroponik di rumah ?

Karena cara ini menurut saya cocok bagi anda yang masih pemula dan tidak ingin mengeluarkan moda besar.

Mari kita bahas.

1. Hidroponik sistem Wick

Menurut saya teknik ini yang paling sederhana.

Bahan yang dibutuhkan :

  • Botol Bekas
  • Sumbu dari kain
  • Media tanam rockwool
  • Nutrisi Cair Hidroponik

Saya akan membahas satu per satu fungsi bahan di atas. Botol bekas untuk menampung cairan nutrisi hidroponik. Sumbu kain dipakai untuk menghubungkan antara akar tanaman dengan nutrisi hidroponik. Sedangkan media tanam rockwool digunakan untuk menyerap air nutrisi dari perantara kain menuju ke akar tanaman.

Langkah-langkah Menanam hidroponik sistem wick :

1. Siapkan botol bekas yang diatas, bisa juga menggunakan wadah penampung air yang lain. Botol bekas yang diperlukan seukuran 600 ml.

2. Tuang air bernutrisi hidroponik tersebut ke dalam botol bekas kira – kira 1/2 botol

3. lubangi atas botol kira-kira cukup untuk dimasukkan netpot

4. selipkan kain (kalau bisa kain flanel) di bawah netpot

5. sisipkan benih hidroponik misalnya biji kangkung sebanyak 3 biji ke dalam rockwool tapi jangan terlalu dalam agar benih tidak susah tumbuh.

6. Letakkan rockwool di atas netpot.

7. Bila perlu isi di sela-sela rockwool dengan kerikil kecil-kecil secukupnya, tujuannya agar tanaman hidroponik tidak roboh saat sudah tumbuh besar

8. Letakkan netpot yang sudah ada juluran kain flanel ke dalam botol bernutrisi tadi. 

9. Letakkan botol pada tempat yang terkena cahaya matahari pagi

Selesai! Dan.. anda bisa menikmati hasil kreasi hidroponik anda. Mudah bukan ?

2. Hidroponik Botol Bekas

Kemudian ada cara lain dalam budidaya hidroponik secara sederhana. Dan sama-sama menggunakan botol bekas.

Bahan yang dibutuhkan :

  • Botol Bekas dalam jumlah lebih banyak
  • Sumbu dari kain
  • Media tanam rockwool
  • Nutrisi Cair Hidroponik

Langkah-langkah budidaya hidroponik botol bekas :

1. Siapkan botol bekas kemudian potong botol bagian bawah dan atasnya.

2. Kemudian ambil paku yang sudah dipanaskan di atas api sebelumnya, tujuannya untuk membuat lubang kecil-kecil pada bagian botol yang sudah dipotong tadi

3. masukkan cairan nutrisi hidroponik ke dalam botol bekas bagian bawah

4. media tanam hidroponik dimasukkan ke potongan botol bekas pada bagian atasnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan budidaya hidroponik :

Baik anda sudah mengenal jauh tentang hidroponik atau anda masih pemula, semua orang harus memperhatikan ini. Hal-hal apa saja yang sebaiknya diperhatikan dalam menanam secara hidroponik ini.

Berikut adalah hal-hal yang harus anda perhatikan :

1. Penyiapan benih tanaman hidroponik

Tahap menyiapkan benih adalah langkah pertama sekaligus langkah yang sangat penting penentu kesuksesan anda apakah budidaya hidroponik ini berhasil atau gagal.

Sebenarnya ada 2 cara dalam mendapatkan bibit hidroponik yaitu anda bisa membuatnya sendiri dari tanaman yang sudah mengeluarkan biji atau cara kedua anda tinggal membelinya di toko yang menjual bibit hidroponik tadi.

Saya menyarankan bagi anda yang pemula agar membelinya saja, alasannya karena praktis dan tidak repot. Apalagi anda masih baru belajar, kan ?

Setelah itu apa yang harus anda lakukan ?

Tentu saja kemudian anda mulai melakukan penyemaian benih. Tempat penyemaian yang baik adalah menggunakan media tanam rockwool. Alasannya serat rockwool mampu menyerap dan menyimpan air yang mana baik untuk pertumbuhan benih. Juga dikatakan rockwool steril artinya tidak ada bibit penyakit di dalamnya. 

Belinya dimana ?

Tentu saja di toko pertanian yang menjual bibit hidroponik. Biasanya mereka juga menjual rockwool.

2. Menyiapkan media tanam hidroponik

Persiapakan media tanam juga tidak kalah pentingnya. Setelah bibit mulai tumbuh akar, bibit ini harus dipindahkan secara hati-hati ke media tanam. Media tanam hidroponik yang biasa dipakai seperti sekam bakar dan pasir kerikil, campuran rockwool dan pasir kerikil, atau anda bisa memanfaatkan sabut kelapa yang ada di sekitar anda.

Letakkan media tanam ini ke dalam wadah seperti botol bekas.

Apa saja kriteria media tanam hidroponik yang baik ?

  • Tidak merubah kandungan larutan nutrisi
  • Tidak menyumbat sistem pengairan
  • Mempunyai pori-pori untuk sirkulasi udara

Baik itu media tanam berupa sekam bakar, sabut kelapa atau pasir kerikil mempunyai keuntungan masing-masing. Namun menurut saya yang paling ideal dalam media tanam hidroponik ini adalah rockwool dan juga paling banyak dipakai oleh orang.

3. Pemberian Nutrisi

Hidroponik tidak menggunakan media tanah. Media yang dipakai adalah air. Tapi bukan sembarang air, namun air yang sudah diberi nutrisi hidroponik sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa nutrisi hidroponik mempunyai dosis, tidak asal dituangkan air. Di pasaran sudah menjual air nutrisi hidroponik yang sesuai jenis tanaman hidroponik yang anda tanam.

Anda juga bisa meraciknya sendiri, sesuai petunjuk yang tertera di bungkusnya.

 Pemberian nutrisi ada bermacam-macam :

  • Disiram sendiri 2x sehari yaitu pagi dan sore
  • Semi otomatis dengan menggunakan sumbu kain flanel bila anda menggunakan teknik hidroponik sistem Wick
  • Otomatis dengan menggunakan pengairan pipa paralon dan menggunakan pompa yang otomatis berhenti saat sore dan menyala saat pagi.

Sumbu pada sistem Wick sendiri terbuat dari macam-macam, tergantung, bisa dari kapas, sumbu kompor, atau kain bekas, bahkan bisa menggunakan kain flanel yang umum dipakai pada penghobi hidroponik. Yang penting pada prinsipnya bahan untuk sumbu ini bisa menyerap air kemudian mengalirkan ke atas sampai ke akar tanaman.

4. Perawatan tanaman hidroponik

Tahap selanjutnya yang tidak kalah penting adalah perawatan tanaman. Sebenarnya pemeliharaannya tidak sulit, sama seperti pada teknik budidaya lainnya. Diantaranya pemangkasan ranting tanaman, ini tergantung dari jenis tanamannya. Tanaman yang berbeda bisa berbeda pula teknik memotong dahannya. Kegiatan lainnya adalah pembersihan tanaman gulma yang mengganggu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *