Bisnis ternak sapi tidak ada matinya, seperti itulah bila anda melihat prospek bisnis ternak sapi di Indonesia.

Bahkan anda yakin, bisnis ternak sapi semakin menggiurkan untuk dijalani.

Di Jaman sekarang tidak ada orang yang tidak makan daging sapi, apalagi menjelang Hari Raya Umat Muslim Idul Adha, jumlah permintaan kurban sapi meningkat tajam.

Pasti anda setuju juga dengan fakta itu.

Bisnis ternak sapi tidak ada matinya, seperti itulah bila anda melihat prospek bisnis ternak sapi di Indonesia.

Bahkan anda yakin, bisnis ternak sapi semakin menggiurkan untuk dijalani.

Di Jaman sekarang tidak ada orang yang tidak makan daging sapi, apalagi menjelang Hari Raya Umat Muslim Idul Adha, jumlah permintaan kurban sapi meningkat tajam.

Pasti anda setuju juga dengan fakta itu.

Berikut saya akan membagikan kepada anda cara berbisnis ternak sapi di Indonesia. Silakan lanjut membaca.

PDF GRATIS 

10 langkah bisnis ternak sapi bagi pebisnis sukses

KLIK DOWNLOAD DI BAWAH

BONUS SPESIAL

Mockup Bagaimana Cara Ternak Sapi Potong
infographic cara bisnis ternak sapi
  • DAFTAR ISI

LANGKAH 1 :

Ketahui Prospek Bisnis Ternak Sapi di Indonesia

prospek bisnis ternak sapi

Masa depan bisnis ternak sapi semakin lama semakin cerah, betapa tidak, Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 265 juta pada tahun 2018 membutuhkan bahan pangan yang tinggi. 

Nah salah satunya daging sapi. 

Kebutuhan Sapi di Hari Raya Idul Adha

Meskipun harga sapi semakin melonjak, ada saatnya permintaan sapi sangat tinggi yaitu menjelang Hari Raya Umat Muslim Idul Adha.

Keinginan setiap orang untuk menyalurkan hewan kurban membuat bisnis ternak sapi ini tidak ada matinya.

Namun setiap orang yang ingin membeli hewan untuk kurban pasti ingin yang terbaik.

Jadi bagaimanakah sapi yang dianggap baik untuk hewan kurban ?

Hal ini harus anda ketahui, agar anda benar-benar menjual ternak sapi yang mereka inginkan.

Berikut saya ada menjabarkan kriteria hewan kurban yang baik

5 Kriteria ternak sapi yang sehat

1. Gerakan sapi lincah, tidak loyo, gerakannya kuat.

2. Dari segi penampilan : yang terpenting kaki tidak pincang. Kemudian bulu halus, tidak mudah rontok. Tidak botak.

3. Nafsu makan baik

4. Dari segi penyakit, tidak ada kutu di sekitar bulunya.

5. Dari segi fisik tubuh, punggung sapi rata, kakinya simetris tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil

Setelah anda mengetahui prospek bisnis di Indonesia, mata anda akan terbuka lebar betapa besar peluang peternakan sapi ini. 

Namun dibutuhkan niat serius dan pantang menyerah dalam menjalani bisnis ini. Betapa tidak, modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. 

Lagipula bila anda tidak telaten, bukan untung yang didapat.

Analisa Modal Usaha Peternakan Sapi

Modal pasti diperlukan ketika anda akan memulai suatu usaha.

Tidak kecuali dengan usaha peternakan sapi.

Modal awal yang diperlukan berawal dari uang untuk membeli bibit sapi berkualitas.

Di pasaran harga bibit sapi berkisar mulai 8 jutaan. 

Berikut saya akan jabarkan analisa lengkapnya.

ANALISA USAHA
Modal Awal Bibit 5 Sapi Rp 40.000.000
Biaya Pembuatan Kandang Rp.10.000.000
Peralatan dan perlengkapan Rp 500.000
Konsentrat Sapi Rp 500.000
Gaji Karyawan selama 6 bulan Rp 6.000.000
Harga jual setelah 6 bulan Rp 70.000.000
Perkiraan laba bersih 6 bulan Rp 53.000.000

Analisa Keuntungan Usaha Peternakan Sapi

Percuma saya memberi panduan cara ternak sapi panjang lebar tapi anda masih tidak tahu berapa keuntungan yang didapat saat menjalani bisnis ini.

Ini perlu anda ketahui agar menambah semangat untuk usaha.

Berikut data saya dapatkan tentang harga sapi berdasarkan berat sapi.

Tabel daftar harga jual sapi :

BERAT SAPI HARGA JULI 207 AGUSTUS 2017
200-250 kg Rp 18.000.000 Rp 19.000.000
251-300 kg Rp 20.000.000 Rp 21.000.000
301-350 kg Rp 23.000.000 Rp 24.000.000
351-400 kg Rp 25.000.000 Rp 26.000.000
401-450 kg Rp 27.000.000 Rp 28.000.000

BONUS : Kisah sukses peternak sapi

Seorang dengan inisial Sayfudin Zuhri berasal dari Pasuruan, Jawa Timur.

Berawal dari membeli sapi 2 ekor, kini sudah mempunyai 50 ekor sapi. Berkat usaha ternak sapi tersebut kini mempunyai 50 ekor sapi. Alhasil dia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Menurutnya usaha sapi akan semakin maju karena kebutuhan susu semakin meningkat di Indonesia.

LANGKAH 2 :

Bagaimana memilih lahan dan kandang ?

lahan untuk ternak sapi

Memilih lokasi peternakan sapi sama persis pentingnya dengan memilih bibit sapi.

Jangan sampai salah pilih, itu intinya.

Bagaimana jadinya bila peternakan sapi berada di lokasi perkampungan padat penduduk ?

Pastilah bau kotoran sapi mengganggu kenyamanan dan lingkungan tetangga, kan..

Berikut bahasan tentang memilih lahan yang baik untuk peternakan sapi.

5 Kriteria pemilihan lahan untuk bisnis ternak sapi

1. Lingkungan lahan

Hal pertama yang diperhatikan apakah lokasi lahan itu sehat ?

Maksud saya begini, lokasi tersebut bebas dari penyakit, bukan sarang penyakit.

Bukan juga bekas tempat pembuangan sampah  atau tempat pembuangan bahan limbah beracun.

Itu dulu yang mesti dilihat.

Jika sudah terbukti aman, maka lanjut ke poin no.2

2. Sumber air

Selanjutnya perhatikan juga sumber air, lokasinya jauh apa tidak ?

Percuma kalau lokasi aman dari penyakit tapi sumber air berkilo-kilo jauhnya.

Mungkin bisa sih tetap membuka peternakan di daerah tersebut, tapi berapa banyak biaya yang dikeluarkan demi mendapatkan air bersih.

Yang seharusnya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hal tersebut.

Lagipula air yang dibutuhkan bukan cuma untuk minum, tapi untuk memandikan sapi dan membersihkan kandang.

Jadi, intinya tetap sumber air ini harus dekat dengan kandang.

3. Tidak dekat dengan rumah penduduk

Bisa dibayangkan betapa mengganggunya warga ketika mencium bau tidak sedap yang berasal dari tempat usaha anda.

Daripada anda memaksa memilih lokasi dekat dengan rumah penduduk, nanti ujung-ujungnya lokasi anda di demo warga dan berakhir digusur.

Sangat aman sayang sekali.

Lebih baik cari amannya, pilih lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

4. Lahan hijau

Apa yang dimaksud dengan lahan hijau ?

Lokasi yang berdekatan dengan area rumput.

Bisa dibilang lahan hijau ini area yang subur. Keuntungannya anda tidak susah mencari pakan ternak. Dan tidak perlu membeli dari orang lain.

5. Dekat dengan tempat penjualan sapi ternak

Tujuannya jelas untuk mempermudah anda menjual hasil ternak.

Ketika fokus anda untuk bisnis sapi potong, lokasi anda sebaiknya dekat dengan pasar.

Ketika fokus anda untuk bisnis susu sapi perah, lokasi anda tidak jauh dari tempat penjualan susu.

5 hal ini yang harus anda pikirkan. Memang tidak harus kelima-limanya terpenuhi, tapi semakin banyak kriteria yang terpenuhi maka peluang sukses semakin terbuka.

LANGKAH 3 :

Apa saja jenis sapi ternak ?

jenis sapi limosin untuk ternak

Jenis sapi ada bermacam-macam tentunya.

Tapi yang saya fokuskan adalah sebagai ternak sapi potong.

Jenis sapi ternak antara lain :

1. Sapi Bali

Ciri sapi bali bewarna merah ditambah dengan warna putih pada bagian kakinya. Serta ada garis hitam di bagian punggungnya.

Keunggulan sapi ini bisa hidup dengan baik di lingkungan baru.

2. Sapi Ongole

Ciri sapi Ongole berwarna putih di hampir seluruh badan, ada warna hitam di beberapa bagian tertentu saja. Ciri lainnya sapi ini mempunyai kulit bergelambir dan ada tambahan punuk di punggung.

Keunggulan sapi ini bisa beradaptasi di lingkungan dengan baik.

3. Sapi Brahman

Ciri sapi Brahman dominan warna coklat hingga coklat tua di hampir seluruh tubuhnya. Disertai warna putih pada bagian kepala. 

Keunggulan daya produksi yang tinggi menjadikan sapi Brahman disukai oleh peternak di Indonesia.

Ciri ada punuknya. Warna coklat hingga merah bata dominan. Kadang-kadang ada warna putih di bagian moncongnya.

Kelemahan pertambahan berat yang rendah

5. Sapi Limousin

Mempunyai nama yang unik, mirip seperti nama mobil mewah. Sapi ini di klaim mempunyai harga mahal.

Ciri warna bervariasi campuran antara hitam, merah bata dan putih. Moncong berwarna putih.

Keunggulan tubuh sangat besar dan tingkat produksi yang baik.

LANGKAH 4 :

Memilih Bibit Sapi

memilih bibit anak sapi

Usaha peternakan perlu perjuangan.  Perjuangan untuk mendapatkan bibit anak sapi yang bagus. Salah satunya itu.

Ada istilah hasil akhir ditentukan oleh awal mulanya. Hal ini ada betulnya.

Mencari bibit unggul akan menentukan hasil akhirnya. Sehingga dibutuhkan keahlian dan pengalaman dalam memilihnya.

7 Ciri-ciri bibit sapi yang baik :

  1. Umur anak sapi sekitar 2,5 tahun
  2. Jenis kelamin jantan
  3. Panjang minimal 170 cm. Tinggi pundak 135 cm. Lingkar dada 133 cm.
  4. Tubuh kurus (Mengapa ? akan saya jelaskan di bawah)
  5.  Pandangan mata bersinar cerah
  6.  Bulu halus
  7. Kotoran normal

Telah disebutkan di atas, tubuh kurus merupakan syarat dalam mencari bibit sapi. 

Mengapa ?

Karena sapi kurus akan dilakukan program penggemukan. Perlu diingat, tubuh kurus bukan karena sakit melainkan karena kurang pakan.

Selain itu, sapi yang kurus harganya lebih murah sehingga menguntungkan petani, lebih hemat modal. 

LANGKAH 5 :

Cara Penggemukan Sapi

bagaimana cara menggemukkan sapi

Mari kita bahas pengertiannya dulu, penggemukan sapi adalah anda membeli sapi yang kurus, kemudian ditingkatkan berat badannya dalam waktu singkat, yaitu 3-5 bulan.

Apa bisa seperti itu ? Bisa jawabannya.

Bagaimana caranya ? Simak baik baik.

Bagaimana cara penggemukan sapi ?

Cara paling baik dalam menggemukkan sapi adalah dengan pemberian kombinasi antara pakan daun hijau dengan konsentrat.

Apa itu konsentrat ? dan bagaimana cara menggunakannya ? 

Mari kita pelajari.

Konsentrat adalah bahan pakan buatan yang terdiri dari campuran beberapa bahan seperti pakan pabrik, ampas tebu, ampas bekatul, ampas tahu, kulit biji kedelai, kulit nanas.

Peringatan : Jangan melakukan penggemukan sapi dengan hanya mengandalkan pakan hijau saja. Penelitian menunjukkan penggunaan pakan dari dedaunan hijau akan membutuhkan waktu yang lama supaya sapi bisa gemuk.

2 Bahan pembantu proses penggemukan sapi

1. POC NASA

Adalah bahan khusus yang sudah mengandung berbagai vitamin dan nutrisi seperti mineral, protein dan lemak nabati.

Tujuannya diharapkan dengan pemberian POC NASA, bobot sapi cepat meningkat, daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah terserang penyakit, serta mengurangi bau kotorannya.

2. Bahan HORMONIK

Bersifat seperti hormon, bahan ini dapat mengatur pertumbuhan berat badan sapi.

Jika 2 bahan di atas dikombinasi maka akan sangat membantu proses penggemukan.

LANGKAH 6 :

Perawatan Sapi

perawatan ternak sapi

Bagi anda para pengusaha sapi, ingat mengurus sapi jangan asal sembarangan.

Perlu extra hati-hati dalam merawatnya. Kalau tidak, panen sapi tidak akan maksimal.

Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana merawat sapi yang benar agar bisnis ternak sapi anda bisa maju.

Bagaimana melakukan perawatan sapi dengan benar

Percuma saja kalau anda sudah susah payah mendapatkan bibit sapi unggul namun tidak diimbangi dengan proses merawat sapi yang baik.

Tidak sedikit pula para peternak hanya melakukan perawatan sapi ala kadarnya.

Jangan heran kalau hasil panen yang didapat tidak memberikan hasil yang maksimal.

Lapisan kotoran kulit yang bernama daki

Sekilas tentang kulit sapi, kulit sapi mempunyai pori-pori yang berfungsi mengeluarkan keringat. 

Keringat ini kemudian menguap dan menyisakan bahan organik dan anorganik di kulit sapi.

Selanjutnya bahan organik dan anorganik ini bercampur dengan debu dan kotoran sapi menjadi lapisan kotoran yang tebal dan lengket.

Inilah yang disebut dengan “daki”.

Daki menghambat pengeluaran keringat oleh pori-pori, mengakibatkan gangguan pengaturan suhu di dalam tubuh sapi, akibatnya mengganggu kesehatan sapi.

Selain itu sudah saya sebutkan di atas, daki yang merupakan campuran dengan kotoran sapi itu sendiri menjadi sarang penyakit parasit jamur virus bakteri.

Sapi menjadi gatal-gatal oleh karenanya.

Oleh karena itu sapi harus dimandikan secara rutin.

Memandikan sapi, buat sapi tetap segar

Kegiatan memandikan sapi dipandang sebelah mata.

Kebanyakan tidak dilakukan, atau malas melakukannya.

Padahal ini penting.

Anda sering mendengar pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati” atau “sedia payung sebelum hujan”. Memandikan sapi salah satu langkah pencegahan penyakit masuk ke tubuh sapi.

Ada 2 manfaat mengapa sapi harus dimandikan :

1. Mencegah rambut rontok dan kotoran masuk ke susu perah

2. Melancarkan metabolisme tubuh sapi itu sendiri

Cara memandikan sapi

Sapi dimandikan secara rutin sehari sekali atau seminggu sekali (tergantung anda bisanya kapan), memandikan dengan cara menggosok dengan spoon dan sikat bila kotoran sukar diangkat.

Pada waktu memandikan sapi, usahakan 1 tangan memegang sapi, dan 1 tangan lagi menggosok-gosok.

Bagian tubuh sapi yang pertama dimandikan adalah kakinya. Bersihkan kakinya terlebih dahulu dengan air dan disikat. Selanjutnya bagian kepala, jangan lupa tekuklah telinganya. Kemudian semua bagian sapi.

Mencuci sapi bisa juga menggunakan sabun jika diperlukan.

Memandikan sapi terlama mungkin di bagian belakang sapi karena paling kotor. Sapi sering duduk dan bagian belakang menjadi sering kotor.

Kemudian ternak sapi dijemur sebentar agar bulu cepat kering.

Kalau lagi mendung atau hujan, lebih baik sapi dimandikan seminggu sekali, karena faktor tidak bisa menjemur sapi.

LANGKAH 7 :

Pemeliharaan Kandang

contoh kandang sapi

Kandang adalah rumah bagi sapi. 

Dengan kandang yang bersih akan membuat sapi nyaman.

Sapi yang nyaman akan menjadi sehat, lebih cepat gemuk. Pada akhirnya menguntungkan peternak.

2 Tipe Kandang Sapi Ternak :

Ada 2 tipe kandang, dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda.

1. Kandang Individu

Kandang individu berukuran 2,5 x 1,5 meter.

Dikhususkan untuk sapi sendirian. Dengan harapan pertumbuhan sapi tidak terganggu.

Mengapa bisa begitu ? Karena dengan kandang yang sendirian, sapi bisa leluasa makan tanpa adanya saingan dengan sapi lainnya.

Selain itu, karena ukuran kandang yang tidak luas, sapi tidak banyak bergerak sehingga energi yang dikeluarkan minim. Sisanya menjadi daging.

Oleh karena itu berat sapi cepat bertambah.

Di kandang inilah, sapi juga mengalami tahap penggemukan sekaligus.

2. Kandang Kelompok

Sebaliknya pada kandang berkelompok ini sapi hidup lebih bebas dengan sapi lainnya.

Tapi resikonya sapi jadi saingan makan, karena tempat pakan pada 1 kandang.

Akibatnya pertumbuhan berat badan sapi tidak seragam. Ada yang makan lebih banyak ada yang lebih sedikit.

TIPS cerdas bagaimana memelihara kandang sapi yang baik :

Kandang yang bersih mencerminkan pemiliknya. Selain itu lebih menjamin kesehatan sapi. Oleh karena itu akan lebih baik anda membaca tips berikut.

1. Perhatikan kotoran sapi

Hal yang paling kelihatan ketika kita berkunjung ke kandang adalah kotoran dan bau kotoran itu sendiri.

Pasti merasa tidak nyaman ketika berada di dalam sebuah kandang yang penuh berisi kotoran dan bau menyengat.

Maka pastikan segera bersihkan kotoran sapi yang berserakan.

2. Ventilasi Udara

Bau pengap di kandang segera hilang dengan adanya ventilasi. Ventilasi udara yang buruk membuat kuman mudah tumbuh, beresiko terhadap menurunnya kesehatan ternak.

3. Air minum

Air minum diambil dari sumber yang bersih. Diletakkan pada wadah yang terjangkau oleh mulut sapi.

Tapi hati-hati.

Tempat penampungan air minum yang jarang dibersihkan bisa menjadi sumber penyakit.

LANGKAH 8 :

Pakan Ternak Sapi

pakan ternak sapi

Tidak ada panen sukses tanpa sistem pengaturan pakan ternak yang baik.

Kira-kira seperti itulah gambaran bila ingin mempelajari cara bisnis ternak sapi.

Selain pakan utama ada konsentrat untuk mempercepat gemuknya ternak. 

Mari kita lanjut membaca.

Kebutuhan pakan sapi

Dengan mengetahui berapa kg pakan sapi yang diberikan setiap harinya, anda bisa memperkirakan kenaikan berat badan sapi dan pada akhirnya kemungkinan panen tepat waktu semakin terbuka lebar.

Kebutuhan pakan sapi itu sendiri sekitar 2,5% dari berat sapi. 

Perlu diingat perhitungan diambil dari adalah berat pakan sapi kering.

2 Jenis Pakan Ternak Untuk Sapi

Ada pakan kualitas rendah dan ada pula yang berkualitas tinggi. Ada waktunya sapi diberikan yang berkualitas rendah dan tinggi.

Mengapa saya bisa membedakan ada pakan kualitas rendah dan tinggi ?

Jawabannya ada pada kandungan nutrisi dan serat didalamnya.

1. Pakan kualitas rendah

Seperti yang saya katakan tadi, didalam pakan ada unsur yaitu zat nutrisi dan serat.

Untuk pakan sapi kualitas rendah mempunyai serat yang lebih banyak dibandingkan zat nutrisinya. 

Serat sukar dicerna oleh sapi. Sehinga terbuang menjadi kotoran nantinya.

Contohnya daun jagung, jerami padi, daun tebu, rumput liar, alang-alang

2. Pakan kualitas tinggi

Sebaliknya pakan jenis ini mengandung banyak nutrisi dan rendah serat.

Contohnya rumput gajah.

LANGKAH 9 :

Menjaga Kesehatan Sapi

Pencegahan penyakit sapi

Penyakit sapi ada beragam jenis dan penyebanya.

Ketahui jenis penyakit dan penyebabnya maka anda dengan mudah mengobati sakitnya.

Berikut saya akan menjelaskan jenis penyakit dan penyebabnya.

Jenis penyakit sapi dan cara mengobatinya

1. Demam

Dikenal sebagai demam 3 hari.

Atau istilah medisnya Bovine Emphemeral Fever (BEF).

Penyebab : dari gigitan lalat Cullicoides sp. dan nyamuk Culex sp.

Untungnya penyakit ini tidak berdampak buruk bagi sapi dan manusia. Dan jenis ini mudah untuk diobati.

Di bawah ini ada penjelasan lebih lengkap.

8 Ciri Demam Sapi

1. Sapi menjadi lesu, terlihat lemas

2. Bila dipegang, sapi lebih panas suhunya daripada biasanya.

3. Jalannya tidak bisa lurus, karena faktor lemas atau lesu tadi

4. Sulit bergerak dan seperti tidak kuat berdiri

5. Sesak dan gemetaran

6. Ada cairan yang keluar di hidung dan juga di mata

7. Nafsu makan menjadi turun.

8.  Produksi susu perah menurun.

5 Cara mencegah penyakit demam sapi

1. Menjaga lingkungan tetap bersih, sering-sering membersihkan kotoran sapi bila terlihat berceceran.

2. Menyemprotkan insektisida secara berkala agar nyamuk dan lalat penyebab demam sapi tidak banyak.

3. Usahakan sapi minum lebih banyak air. Tujuannya agar suhu sapi tidak terlalu panas. Dan mencegah sapi menjadi semakin lemas lesu.

4. Bisa juga diberikan jamu tradisional yang aman untuk sapi. Biasanya menggunakan campuran gula merah dan garam dapur, dilarutkan kemudian diminumkan ke sapi.

5. Langkah terakhir yang ditempuh bila semuanya sudah dilakukan adalah berkonsultasi kepada dokter hewan.

Selain itu, khusus untuk penyakit demam sapi ini, daging boleh dikonsumsi, tidak membahayakan manusia serta penyakit ini tidak menular ke orang.

2. Penyakit Mubeng

Dikenal dengan nama lain penyakit “Surra”.

Penyakit ini berupa parasit yang masuk ke dalam darah sapi kemudian menyebabkan gula darah sapi menurun.

Akibatnya sapi bisa menjadi lemas.

Penularannya melalui gigitan lalat haematophagus serta lyperosia  dan macam-macam jenis kutu lainnya.

Biasanya penyakit ini menyerang saat hujan dimana kondisi sapi sedang menurun.

Penyakit ini juga sangat membahayakan karena kemungkinan sapi bisa mati karena terserang penyakit Mubeng.

Nah, anda sekarang sudah mengenal sedikit tentang sebab dan resikonya.

Sekarang saya akan menjelaskan ciri penyakitnya.

3 Ciri Penyakit Mubeng / Surra

1. Gerakan sapi menjadi tidak teratur, sempoyongan.

2. Demam sehingga cepat lelah

3. serta selaput lendir berubah menjadi kekuningan.

5 Cara mencegah penyakit sapi Mubeng

1. Sama seperti penyakit demam di poin no.1. Dilakukan penyemprotan dengan insektisida karena penularannya berasal dari gigitan lalat dan kutu.

2. Tempatkan kandang di lokasi yang aman atau jauh dari sarang lalat di dekat selokan atau tempat yang lembab.

3. Sering membersihkan kandang terutama sisa makanan. Jangan sampai sisa makanan tersebut membusuk hingga mengundang lalat.

4. Jaga ternak sapi jangan sampai ada luka berdarah. Bila ada luka segera atasi. Karena luka ini mengundang lalat.

5. Bila ditemukan sapi yang sakit, WAJIB di karantina dan segera hubungi dokter hewan.

3. Penyakit Kembung Sapi

Penyakit selanjutnya yang menjadi no.3 ini adalah penyakit kembung pada sapi.

Bahasa lainnya dikenal sebagai penyakit Bloat.

Tidak cuma manusia aja yang bisa mengalami kembung. 

Sapi pun demikian.

Penyebabnya dari macetnya saluran pencernaan. Bisa dilihat cirinya kalau kembung ini dari perut sapi sisi kiri. Akan terlihat membesar daripada biasanya.

Mengapa sapi bisa kembung ?

Penyebabnya dari makanan. Rumput-rumputan yang masih basah dan dedaunan yang kurang berserat.

Solusinya mudah.

Awasi ketat pemberian dedaunan, jangan beri sembarang daun. 

4 Ciri dan gejala penyakit kembung (bloat)

1. Perut sapi sisi kiri terlihat membesar disebabkan karena gas yang menumpuk di saluran cerna.

2. Pernafasan menjadi terganggu, terlihat sesak disebabkan karena desakan organ pencernaan yang membesar akibat gas berlebihan.

3. Gerakan menjadi tidak lincah.

4. Kalau dibiarkan, penyakit menjadi parah, tak jarang sapi bisa mati. Dan ini bahaya.

5 Cara mencegah penyakit Kembung sapi

1. Hindari pemberian rumput yang masih basah, biasanya rumput basah ditemukan saat pagi hari saat embun lagi banyak-banyaknya. Atau setelah hujan.

2. Jangan terlalu banyak memberikan dedaunan tipe leguminose. Maksimal pemberiannya 50%.

3. Jerami kering bagus untuk sapi dan diberikan pertama kali saat pagi. Kemudian daun hijaun saat siang

4. Batasi pergerakan sapi agar tujuannya mengurangi gas pada lambungnya.

5. Bila penyakit tersebut masih berlanjut, silakan anda hubungi dokter hewan.

4. Penyakit Kuku Basi

Apakah anda pernah mendengar nama penyakit kuku basi pada sapi ?

Saya yakin tak banyak dari anda mengetahui penyakit jenis ini.

Nama lain penyakit ini adalah Foot Rot. (yang artinya pembusukan pada kuku).

Penyebanya berasal dari kuman fusiformis.

Kuman ini masuk ke bagian kuku. 

Mengapa kuku sapi yang terkenal keras dan tebal bisa dimasuki kuman ?

Karena kuku sapi ini sebelumnya terluka akibat benturan keras di tempat yang kotor.

Kalau dibiarkan, anda tidak kontrol terhadap sapi anda, tidak menutup kemungkinan penyakit ini melemahkan sapi anda.

Berikut saya akan jelaskan ciri dan cara pencegahannya.

4 Ciri Penyakit Kuku Basi

1. Lubang kuku terlihat bengkak membesar.

2. Keluar cairan kuning seperti nanah dari kuku

3. Selaput kuku bisa mengelupas.

4. Sapi terlihat pincang karena kesakitan kukunya.

Pencegahan dan pengobatannya.

1. Jaga kebersihan kandang, kotoran sapi jangan dibiarkan menumpuk, sapi rutin dimandikan sehari sekali atau seminggu sekali paling lama bila anda tidak mempunyai waktu.

2. Rutin memeriksa kesehatan kuku sapi.

3. Bila sudah terlanjur terkena penyakit ini, rendam kaki yang sakit dengan larutan formalin 10%

4. Bila tidak teratasi juga, segera hubungi dokter hewan anda.

LANGKAH 10 :

Waktunya panen

panen sapi

Bila anda berencana membuat bisnis sapi potong, maka bab cara panen sapi ini untuk anda. 

Karena kebutuhan masyarakat yang tinggi akan daging sapi, banyak peternak sapi ke arah bisnis sapi potong.

Untuk itu, anda harus mengerti persiapan sebelum pemotongan sapi.

Selamat membaca.

Bisnis sapi potong amat menggiurkan, selain hasil pemotongan hewan ini berupa daging, juga berupa kulit dan kotoran yang bisa dimanfaatkan dijual sebagai pemasukan tambahan.

Tapi, jangan lengah, meskipun bisnis ini menggiurkan, anda harus bisa menjaga hasil daging sapi tetap berkualitas.

Langkah cara yang bisa dilakukan seperti : 

1. Ternak sapi harus diistirahatkan terlebih dahulu sebelum dipotong.

2. Sapi bebas dari penyakit dan kotoran yang bisa mencemari daging.

3. Pemotongan sapi dilakukan dengan cepat, pisau atau alat pemotong diasah terlebih dahulu untuk memperkecil sakitnya sapi saat dipotong dan darah tuntas keluar banyak.

4. Untuk mengambil hasil kulit sapi, dilakukan dengan pisau tumpul agar tidak merusak kulit.

5. Kulit sapi bebas dari sisa daging, lemak dan noda darah.

6. Selanjutnya kulit direnggangkan dengan alat perentang dari kayu. Untuk dijemur pada sinar matahari dengan posisi miring 45 derajat.

7. Setelah dikuliti, jerohan diambil dengan menyayat daging agar terlihat jerohannya.

Tingkatan kualitas daging sapi

1. Pertama daging di bagian paha. Disebut dengan round.

2. Daging di daerah pinggang. Disebut dengan loin.

3. Daging sapi di tulang rusuk. Disebut dengan rib.

4. Daging di bahu. Disebut dengan chuck.

Sekian. Apa ada pertanyaan ?

Sekian dari saya tentang penjelasan yang super lengkap bisnis ternak sapi.

Bila ada pertanyaan silakan komentar di kolom bawah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *